Pembuatan Kandang ; Tentukan Skala Usaha

Kandang Panggung

Setelah mendapatkan lokasi yang strategis, bagaimana menentukan kapasitas kandang ayam yang tepat? Kapasitas kandang sebaiknya ditentukan sesuai standar kepadatan ayam dewasa yang ideal, yaitu 15 kg/m2, atau setara dengan 6-8 ekor ayam pedaging dan 12-14 ekor ayam petelur grower (pullet) per m2nya.

Contohnya kandang yang akan dibuat berukuran 25 x 8 m. Berdasarkan standar kepadatan tadi, maka pada kandang ukuran tersebut (luas kandang = 200 m2), idealnya diisi dengan 1200-1600 ekor ayam pedaging, atau 2400-2800 ekor ayam petelur.

Sumber : Majalan Medion

Pembuatan Kandang Ayam ; Pilih lokasi yang Tepat

Kandang PanggungPemilihan lokasi kandang yang tepat merupakan “pondasi awal” untuk membangun peternakan yang baik dan nyaman. Dalam pemilihan lokasi ini hendaknya mempertimbangkan :

  1. Kondisi suhu dan kelembaban lingkungan apakah sesuai untuk karakter ayam yang mudah mengalami heat stress (stress panas)
  2. Topografi dan tekstur tanah serta sumber air
  3. Luas lahan yang disesuaikan dengan target pengembangan peternakan
  4. Akses transportasi dan instalasi listrik
  5. Jarak dengan pemukiman warga, baik saat ini maupun alokasi wilayah tersebut di masa mendatang
  6. Perizinan : Usahakan ada bukti resmi tentang pembangunan peternakan untuk menghindari penggusuran atau penutupan peternakan. Perizinan ini meliputi surat persetujuan dari masyarakat sekitar, rekomendasi dari desa, izin pemerintah kota atau kabupaten, izin mendirikan bangunan dan AMDAL, surat izin usaha dan surat izin gangguan (Hinder ordonantie/HO)

Jarak dengan peternakan lain : Environ mental Code of Practice for Poultry Farm in Western Australia (2004) mempersyaratkan jarak antar peternakan hendaknya minimal 500 m. Namun di Indonesia, dimana kandang kebanyakan menggunakan sistem open house (kandang terbuka), direkomendasikan jarak antara peternakan minimal 1 km.

Setelah pemilihan lokasi dan sudah merasa cocok mari kita baca cara penetapan skala usahanya.

Sumber : Majalan Medion

Tentang Pembangunan Kandang Ayam

Kandang Panggung

Kandang merupakan salah satu komponen yang ikut menentukan keberhasilan usaha peternakan. Jika tidak direncanakan dan dirancang dengan baik, kandang bisa mempengaruhi performa ayam ke depannya. Contohnya, ketika kandang dibuat terlalu lebar (>8 meter), padahal lebar kandang yang direkomendasikan tidak lebih dari 8 meter. Imbasnya kenyamanan ayam terganggu karena semakin lebar kandang, ayam akan semakin sulit mendapatkan udara segar akibat sirkulasi atau pergerakan udara yang lambat. Jika sudah seperti ini, peternak tidak mungkn membongkar kandang dan membangun ulang, melainkan harus mengeluarkan uang lebih untuk menambahkan kipas angin (fan).

Selain kandang, peternak juga perlu menyediakan peralatan kandang “sekomplit” mungkin agar semua kebutuhan ayam, terutama ransum dan air minum, bisa dipenuhi dengan baik.

Perhatian penuh harus difokuskan pada kenyaman ayam dalam Perencanaan Pembangunan Kandang

Pada prinsipnya, kandang yang baik adalah kandang yang sederhana, biaya pembuatannya murah, dan memenuhi persyaratan teknis (Martono, 1996). Namun dari semua unsur itu, intinya kandang harus dibuat senyaman mungkin untuk ayam.

Kandang yang nyaman adalah kunci utama untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitas yang optimal. Di dalam kandang ini semua kebutuhan untuk tumbuh harus tersedia, diantaranya ransum dan air minum yang cukup serta berkualitas, sistem ventilasi udara yang baik, serta suhu dan kelembaban udara yang optimal.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mendirikan kandang, antara lain menyangkut :

  • Jenis usaha.  Kandang yang akan dibangun harus disesuaikan dengan jenis ternak, apakah ternak ayam potong/pedaging, ayam petelur, atau jenis ayam lainnya.
  • Skala Usaha.  Semakin besar skala usaha, maka semakin banyak dan luas pula kandang yang harus dibangun.
  • Modal.  Modal yang tersedia akan berpengaruh terhadap jenis bahan bangunan yang digunakan, tipe kandang, besar kandang, konstruksi, dan skala usaha.